Muslimapp News & Article

LD-PBNU Gelar Edukasi Pasar Modal Melalui Ngaji Saham

LD-PBNU Gelar Edukasi Pasar Modal Melalui Ngaji Saham

Sudah saatnya santri, kyai, ustadz dan pendakawah muslim menjadi trading saham untuk penguatan ekonomi umat

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) melalui Divisi Usaha dan Pengembangan Umat kembali menggelar Ngaji Saham, pada Senin malam (22/3). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut merupakan gelombang kedua dan diikuti kurang lebih 500 peserta melalui platform Zoom Meeting dan direlay secara langsung oleh PMITV.
Acara Ngaji Saham itu menghadirkan Narasumber menghadirkan Narasumber Arif Mahfoed (Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK), Purnomo Wicaksono (Praktisi Pasar Modal Provita institute dan Branch Manager PT Panin Sekuritas), Deri Yustria (Divisi Pasar Modal Syariah BEI), dan KH. Bukhori Muslim (Sekjen LD-PBNU). Acara ini dimoderatori oleh Ketua Divisi Usaha LD-PBNU, KH. A. Nurul Huda.
Pada sambutannya, KH. Bukhori Muslim menekankan pentingnya kalangan santri, para dai dan ustadz memahami seluk beluk investasi saham. Bukan saja untuk mengamalkan fiqih muamalah yang menjadi khazanah pesantren, tetapi juga bisa memunculkan trader saham yang piawai di bursa saham.

“Kita ini kan kalangan Nahdhiyin, boleh dikata merupakan santri-santrinya Kiai Ma’ruf Amin. Kita tahu, Kiai Ma’ruf kan bapak ekonomi syariah Indonesia. Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI yang terkait saham dan pasar modal, itu yang tanda tangan Kiai Ma’ruf. Jangan sampai, kita yang mengaku santrinya kok tidak tahu dan tidak mau praktik,” ujarnya.

Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK, Arif Mahfoed, mengamini pernyataan Kiai Bukhori. Menurutnya, para santri dan ustadz sebenarnya tidak asing tentang pasar. Santri juga sudah belajar tentang Muamalah, yaitu ekonomi Islam. “Karena uang itu memang adanya di pasar,” tandasnya.

Arif berharap, melalui Ngaji Saham, para santri tidak hanya belajar menjadi investor. Tetapi lebih jauh, bisa menjadi pemilik perusahaan dan melakukan go public perusahaannya.

“Jika sudah memiliki perusahaan dan go public, bisa mendapatkan modal untuk pengembangan. Untuk modal yang besar bisa menggunakan skema urun dana atau crowd funding.”

Menurut Deri Yustria, narasumber Ngaji Saham dari Divisi Pasar Modal Syariah BEI, banyak kalangan muslim masih enggan berinvestasi saham dan masuk pada pasar modal karena keterbatasan literasi. Deri berharap, melalui Ngaji Saham inilah santri dan masyarakat muslim memahami seluk beluk saham. Mulai dari mempelajari tentang inflasi, keuangan, asset, income dan spending.

“Rumusnya gampang, Asset itu kekayaan. Income itu pendapatan. Dan Spending itu pengeluaran. Dengan memahami itu umat Islam bisa menambah kekayaan. Tujuannya buat apa? Untuk dakwah bil mal, berdakwah dengan harta. Jangan sampai, karena menjadi orang Islam tidak peduli dengan kekayaan. Islam itu harus kaya,” tandasnya.

Risiko Saham
Baik Arif Mahfoed maupun Deri Yustria menekankan, bahwa perlu kehati-hatian dalam menerjuni saham dan pasar modal. Karena risiko kerugian juga ada. Istilahnya boncos. Jika membeli saham dengan harga tertentu, kemudian dijual kembali ketika nilai saham turun, jadinya boncos.

Untuk menghindari kerugian dan tidak boncos, diperlukan kemauan mempelajari trading saham dengan mentor yang berpengalaman. Dalam Ngaji Saham, Purnomo Wicaksono dari Provita Institute sekaligus Manajer Cabang Panin Sekuritas didapuk sebagai tutor dan mentor selama program Ngaji Saham ini dilaksanakan. Dengan mempelajari saham, investasi saham bisa dikelola dengan tepat dan risiko dapat dihindari.

“Semakin banyak santri yang mempelajari saham dan menjadi investor dengan menabung saham, insya Allah bisa memperkuat ekonomi bangsa,” ujar Purnomo.

Purnomo menyebutkan, investasi yang berputar di Bursa Saham masih didominasi oleh investor luar negeri. Padahal negara yang maju adalah negara yang rasio pemanfaatan paper asset atau saham oleh penduduknya cukup tinggi. “Jumlah investor Indonesia baru 0,415%,” tegasnya.

Santri Trader
KH. Ahmad Nurul Huda selaku pengampu program Ngaji Saham berharap, Ngaji Saham akan mencetak trader-trader saham yang mumpuni dari kalangan santri.

“Pada Ngaji Saham gelombang pertama ada 150 peserta ikut dan sudah praktik menjadi trader saham. Gelombang kedua ini diharapkan semakin banyak santri Ngaji Saham yang sukses menjadi trader saham,” ujar ketua Divisi Usaha LD-PBNU yang biasa disapa Ayah Enha.

Jika berminat menjadi trader saham handal, peserta diharapkan benar-benar serius mengikuti materi-materi dalam Ngaji Saham yang akan dilaksanakan dalam enam kali sesi pembelajaran. Seusai program Ngaji Saham, peserta akan tetap didampingi sampai benar-benar mampu melakukan trading dan menghasilkan keuntungan dari trading saham.