Muslimapp News & Article

Remaja Masjid Se-Jawa Tengah Deklarasikan Gerakan Moderasi Beragama

Remaja Masjid Se-Jawa Tengah Deklarasikan Gerakan Moderasi Beragama

Kemenag Jawa Tengah Gandeng Remaja Masjid DMI Jawa Tengah GencarkanGerakan Moderasi Beragama

Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah menggandeng organisasi kepemudaan Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan yang menghadirkan remaja masjid dan generasi muda se-Jawa Tengah untuk mendeklarasikan sikap beragama secara moderat, di di Aula Kankemenag Kabupaten Demak.
Kegiatan yang bertajuk Deklarasi Moderasi Beragama bagi Remaja Masjid di Era Milenial tersebut diikuti perwakilan remaja masjid dan generasi muda Jawa Tengah dari empat kota, yaitu dari Demak, Kudus, Jepara dan Grobogan. Selain remaja masjid, deklarasi juga diikuti oleh pengurus dan kader dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Se-Kabupaten Demak. 
Deklarasi moderasi beragama dipimpin oleh Kapala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Musta'in Ahmad bersama Ketua Umum PW PRIMA DMI Jawa Tengah Ahsan Fauzi dan Kepala Kankemenag Kabupaten Demak Ahmad Muhtadi disaksikan Kasi Bimas Islam dan Pokjaluh Kemenag dari empat kota tersebut.
Secara kompak, para peserta mengucapkan ikrar yang dipandu oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Terdapat lima poin yang diikrarkan. Yaitu, pertama: taat dan patuh terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, siap melakukan penguatan dan setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.
Poin ikrar ketiga; bertekad menjadikan rumah ibadah sebagai pusat gerakan moderasi beragama. Keempat; penguatan toleransi untuk kerukuan umat beragama, dan kelima; siap melawan gerakan intolerasi, radikalisme, terorisme dan separatisme demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua Umum PW PRIMA DMI Jateng, Ahsan Fauzi menuturkan bahwa remaja masjid dan generasi muda bertekad dan berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat gerakan moderasi beragama.

“Kita sepakat dan berkomitmen, menjadikan masjid menjadi pusat gerakan moderasi beragama. Dan gerakan moderasi beragama tersebut,dimulai dari generasi mudanya. Para aktivis remaja masjid dan generasi muda inilah motornya atau penggeraknya,“ ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta'in Ahmad mengajak para remaja masjid dan generasi muda Jawa Tengah mempelajari dan mengamalkan agama sesuai wajah aslinya, yaitu beragama secara moderat, bersikap di tengah-tengah, tidak ditarik pada garis ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Karena sikap beragama yang moderat dengan bingkai kebangsaan, imbuh Must’in, adalah cara beragama yang cocok bagi masyarakat Indonesia.

"Kita ingin, para generasi muda ketika mempelajari agama secara teks dan konteksnya. Dan dalam waktu yang sama, mereka belajar nilai-nilai kebangsaan. Karena agama dan kebangsaan harus menjadi satu tarikan nafas bagi bangsa Indonesia. Nyatanya bangsa Indonesia memang kuat nasionalisme dan religiusitas agamanya," ucapnya

Kepala Kankemenag Kabupaten Demak, Ahmad Muhtadi menambahkan, para generasi muda diharapkan memiliki cara berfikir lebih moderat dan tidak sektarian. Para remaja, baik yang muslim maupun non muslim bisa rukun, bisa bekerjasama dan saling mendukung antara satu dengan lainnya.

“Kami sangat mendukung gerakan moderasi beragama bagi generasi muda, sebab kita ketahui bersama, populasi generasi muda Indonesia lebih banyak dan mendominasi bila dibandingkan dengan orang usia 50 tahun keatas. Jika generasi mudanya punya pemahaman bagus tentang toleransi dan moderasi beragama, kerukunan umat beragama tercipta di Indonesia,” pungkasnya.